KEABSAHAN NIKAH TANPA WALI: ANALISIS DALAM PENDEKATAN IJTIHAD GABUNGAN (INSYA’I DAN INTIQA’I)

  • St Maryam Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Ittihad Bima
Keywords: Marriage, Guardian, Insha'i Approach, Intiqa,i

Abstract

This article focuses on studying marriage without a guardian. The type of research is library research, which is normative in nature. This article's analytical approach is qualitative. The study of the law of marriage without a guardian uses a combined method, namely the intisya'i method and the intiqa'i method. Based on the results of the analysis, the result is that marriage without a guardian actually requires a guardian to be present in the marriage, as agreed by the majority of ulama. However, based on the author's study based on facts and complaints from women, the author examines that and relying on Imam Hanafi's opinion, for certain problems according to the author, marriage without a guardian is permissible, but by prioritizing the principle of deliberation and communication first with the family, if this path cannot be taken well and actually causes other harm, then this is permissible

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd.Shomad. (2010). Hukum Islam (Penormaan Prinsip Syariah dalam Hukum Islam). Jakarta: Kencana.
Ahmad, L. O. (2015). Wali Nikah dalam Pemikiran Fuqaha dan Muhadditsin Kontemporer. Jurnal Al-Maiyyah, Vol 8, No. 1, 49.
Amir, S. (2011). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.
At-Tirnidzi. (2002). Sunan Tirmidzi. Beirut: Dar al-Fikr.
Hamid, A. (2016). Paling Lengkap dan Praktis Fiqih Wanita. Yogyakarta: Diva Press.
Hamka. (2004). Tafsir Al-Azhar Vol.2 . Jakarta: Pustaka Panjimas.
Ibrahim, L. d. (2019). Wawasan Fikih Indonesia: Studi Tentang Periwayatan dan Penalaran Hukum Wali Nikah. Al-Ulum, 4.
Irfan. (2015). Wali Nikah dalam Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafi’I dan Relevansinya dengan UU No.1 Tahun 1974. Al-Risalah, Vol 15, No. 2, 211-212.
Mudhiiah, A. A. (2015 ). Pernikahan dan Hikmahnya prespektif Hukum Islam. Yudisia, 292.
Muzammil, H. I. (2019). Fiqh Munakahat (Hukum Pernikahan dalam Islam). Tanggerang: Tira Smart.
Nurcholis, I. M. (2019). Analisis Gender Tentang Konsep Wali Nikah Menurut Kompilasi Hukum Islam. Istinbath: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 3-4.
Saiban, K. (2010). Metode Intiqa’i dan Insya'i’, Sebuah Solusi Pembentukan Madzhab Fiqh Kontemporer di Indonesia. Ulumuddin, Vol. VI, Tahun. IV, 511.
Saiban, K. (2010). Metode Intiqa’I dan Insya'i’’ Sebuah Solusi Pembentukan Madzhab Fiqh Kontemporer di Indonesia. Ulumuddin, Vol. VI, Tahun. IV, 511.
Saiban, K. (2019). Metode Penetapan Hukum Islam. Malang: Setara Press.
Shomad, A. (2010). Hukum Islam (Penormaan Prinsip Syariah dalam Hukum Islam). Jakarta: Kencana.
Supriyadi, D. ( 2011). Fiqh Munakahat Perbandingan. Bandung : Pustaka Setia.
Syafruddin, U. (2015). Islam dan Budaya: Tentang Fenomena Nikah Siri. Mahkamah.
Syarifuddin, A. (2009). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-undang Perkawinan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, Cetakan Ketiga.
Syarifuddin, A. (Jakarta). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. 2011: Kencana.
Tulab, T. (n.d.). Tinjauan Status Wali dalam Perkawinan Berdasarkan Pendekatan Feminis. Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam, 159.
V.D, J. F. (2021, September Kamis). Magdalene.co. Retrieved Desember 2021, from https://magdalene.co/story/muslimah-dan-rumitnya-menikah-tanpa-wali-ayah/.
Published
2025-12-23
How to Cite
Maryam, S. (2025). KEABSAHAN NIKAH TANPA WALI: ANALISIS DALAM PENDEKATAN IJTIHAD GABUNGAN (INSYA’I DAN INTIQA’I). JIFala: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 30-42. https://doi.org/10.61817/jifala.v1i1.307
Section
Articles