STATUS HUKUM PERKAWINAN ORANG PINDAH AGAMA (MUALLAF) PERSPEKTIF HADIS DAN HUKUM POSITIF

  • Muhammad Subhan Pascasarjana Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau
  • Iyas Husti PASCASARJANA UIN SUSKA Riau
  • Nikson Husin PASCASARJANA UIN SUSKA RIAU
Keywords: Status Hukum Perkawinan, Muallaf, Hukum Positif

Abstract

Meningkatnya perpindahan agama dari non Islam ke Islam diperlukan perhatian  khusus terkait status perkawinan dan akibat hukum lain yang timbul. Berdasarkan realita tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hukum perkawinan bagi pasangan yang salah satu atau keduanya berpindah agama ke Islam (muallaf) berdasarkan hadis, pendapat ulama fiqih, serta regulasi hukum yang berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari sumber-sumber hadis, kitab-kitab fiqih, serta regulasi hukum Islam di Indonesia, seperti Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta aturan terkait lainnya . Hasil penelitian menjelaskan bahwa status perkawinan bagi yang pindah agama bersama pasangan dinyatakan sah dan tidak perlu diperbarui nikahnya. Namun jika salah seorang masih dalam agama lamanya, maka mayoritas Ulama menyatakan perkawinannya batal, kecuali suami atau istri masuk Islam. Akibat hukum lain antara, yaitu batasan maksimal jumlah istri hanya empat orang bagi mereka yang punya istri lebih empat ketika masuk Islam bersama-sama dan bagi para muallaf berlaku hukum sebagaimana yang diatur dan berlaku bagi umat Islam pada umumnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, SH.MH, Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia, Akedemika Pressindo, Jakarta, cet 1, 1992
Abror, H. K. (2020). Hukum perkawinan dan perceraian. UIN Raden Intan Lampung.
Abu Dawud Sulaiman bin Al-Ash'ath bin Ishaq bin Bashir bin Shaddad bin Amr Al-Azdi Al-Sijistani, Sunan Abu Dawud, Turats Nabawi Press, Sidoarjo, 2021 (Penerjemah: Zainuddin MZ)
Abu Dawud Sulaiman bin Al-Ash'ath bin Ishaq bin Bashir bin Shaddad bin Amr Al-Azdi Al-Sijistani, Sunan Abu Dawud ( Pentahqiq: Syu‘aib ibn Muḥammad al-Arna'ūṭ), Mu’assasat al-Risālah, 1419 H / 1998 M.
Abū Muḥammad Muwaffaq al-Dīn ‘Abd Allāh ibn Aḥmad ibn Qudāmah al-Maqdisī, Al-Mughnī ‘alā Mukhtaṣar al-Kharqī, Dār ‘Ālam al-Kutub, Riyadh: 1417 H / 1997 M
Asy Syekh Faishal bin Abdul Aziz Aaf Mubarak, Bustanul Ahbar Mutkhtashar Nailul Author, Himpunan Hadis-Hadis Hukum ( Penerjemah A. Qadir Hassan, Mu’ammal Hamidy, Drs. Imron AM, Umar Fanany B.A), Bina Ilmu, Surabaya, Cet III, 2001, jilid 5
Azzuhri, M. (2020). Hadis-hadis problematik: Analisis hadis nikah antara Muslim dan non-Muslim.
Desmuliati, M., & Ramadhan, M. F. (2025). Penerapan kaidah al-‘adah muhakkamah dalam kehidupan Muslim. [Manuscript in preparation].
Dwijayanti, P. (2022). Nikah beda agama perspektif tafsir maqashidi [Undergraduate thesis, UIN Walisongo]. UIN Walisongo Repository.
Hambari, H., Arif, A. A., & Zaim, M. A. (2020). Asnaf zakat dan pendistribusiannya: Tinjauan fikih dan ekonomi kontemporer. [Institutional publication, link unavailable].
Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami' al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah ﷺ wa Sunanihi wa Ayyamihi, Penerbit Jabal,2017. ( Penerjemah : Abu Faiz al-Khidhir).
Imam Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu'aib bin Ali bin Sinan bin Bahr Al-Khurasani An-Nasa'i, Sunan An-Nasa'i, Gema Insani Pres, Jakarta, 2017, cet I.
Imam Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qushayri an-Naisaburi, Al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunan bi Naql al-'Adl 'an al-'Adl 'an Rasulillah ﷺ, , Cahaya Sunnah ( Penerjemah Abu Utsman Kharisman)
Imam As-Suyuthi, Asbabul Wurud, Sebab-sebab Munculnya Hadits Nabi SAW, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Cet IV, 2024.
Junaidi, M., & Arifin, Z. (2021). Hak waris anak yang berbeda agama dengan orang tua berdasarkan hukum Islam.
Kodir, F. A. (2022). Relasi mubadalah Muslim dengan umat berbeda agama. LKiS. https://books.google.com/books?id=RrCbEAAAQBAJmasjidsuciatisaliman.id.
Muḥammad ibn Abī Bakr ibn Ayyūb ibn Sa‘d al-Zar‘ī al-Dimashqī (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah), I’lām al-Muwaqqi‘īn ‘an Rabb al-‘Ālamīn, Dār Ibn al-Jawzī, Saudi Arabia,1991 M / 1411 H.
Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī, Irwā’ al-Ghalīl fī Takh¬rīj Aḥādīth Manār al-Sabīl, al-Maktab al-Islāmī, Cetakan pertama: 1399 H / 1979 M
Muwaffaq ad-Din Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi, Al-Mughni, Pustaka Azzam, Jakarta.
Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PNS yang Mengalami Perubahan Status Perkawinan dan Keluarga.
Permendagri 108/2019 tentang tugas Dukcapil menerbitkan dokumen baru (KTP, KK) sesuai data terkini.
Prof. DR. Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Koleksi Hadits-Hadits Hukum, Pustaka Rizki Putra, Semarang, cet I, 2011
Putra, M. N. A., & Fithry, A. (2023). Isbat nikah pasangan muallaf menurut hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. In Proceedings of SNAPP (pp. xx–xx). Universitas Wiraraja.
riauonline.co.id
Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Pena Pundi Aksara, Jakarta, cet III 2008
Shalih al-Fauzan. (2015). I’anatul mustafid syarh kitab al-tauhid (Vol. 1). Dar Ibn al-Jauzi.
Ulum, K., Yahya, I., & Rofiq, A. (2024). Membaca ulang atas makna al-muallafah qulubuhum sebagai penerima zakat. Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum, 24(1), 45–60.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013Tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
Wahab, A. (2022). Problematika perkawinan beda agama dalam perspektif hukum positif dan fikih Islam. Al-Adalah: Jurnal Hukum, 19(1), 88–104. [DOI not available]
Published
2025-12-13
How to Cite
Subhan, M., Husti , I., & Husin, N. (2025). STATUS HUKUM PERKAWINAN ORANG PINDAH AGAMA (MUALLAF) PERSPEKTIF HADIS DAN HUKUM POSITIF. Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 11(2), 53-66. https://doi.org/10.61817/ittihad.v11i2.260
Section
Articles